Lewati ke konten utama

Cari tulisan

Tidak ada tulisan yang cocok. Coba kata lain.

Perjalanan

Kenapa Bandung Dijuluki Paris van Java? Sejarah, Wisata, dan Rencana 3 Hari

Muhammad Fikri Gunawan · · 7 menit baca
Kenapa Bandung Dijuluki Paris van Java? Sejarah, Wisata, dan Rencana 3 Hari
Foto: Rahmatdenas, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons

Bandung tumbuh dari ibu kota kabupaten di dataran tinggi pada 1810 menjadi Paris van Java dan tuan rumah Konferensi Asia-Afrika 1955. Berikut kisahnya, tempat terbaik, dan cara merencanakan perjalanan Anda.

Bandung bermula sebagai ibu kota kabupaten di dataran tinggi yang dipindahkan ke Jalan Raya Pos pada 1810 (kota ini merayakan hari jadinya setiap 25 September 1810), menjadi kotapraja Belanda pada 1906, dijuluki Paris van Java pada 1920-an, dan menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika pada April 1955.

Kini Bandung adalah ibu kota Jawa Barat dan kota dataran tinggi yang sejuk dengan bangunan Art Deco, kafe, dan toko kreatif, dengan gunung api dan danau kawah dalam jarak sekitar dua jam. Panduan ini memberi sejarah singkat lebih dulu, lalu tempat, transportasi, dan waktu terbaik untuk merencanakan perjalanan Anda.

Poin penting

  • Hari jadi: Bandung memperingati berdirinya pada 25 September 1810.
  • Terkenal karena: arsitektur Art Deco, Konferensi Asia-Afrika 1955, dan iklim dataran tinggi yang sejuk, sekitar 700 meter di atas permukaan laut.
  • Tempat terbaik: Gedung Sate, Gedung Merdeka, Jalan Braga, Tangkuban Parahu, Kawah Putih, dan Saung Angklung Udjo.
  • Cara termudah dari Jakarta: kereta cepat Whoosh, kereta biasa, atau Tol Cipularang.
  • Siapkan 2 sampai 3 hari. Hari kerja jauh lebih sepi daripada akhir pekan dan hari libur.

Sejarah singkat Bandung

Sebelum 1810: kabupaten di dataran tinggi Priangan

Jauh sebelum menjadi kota, kawasan Bandung adalah kabupaten di dataran tinggi Priangan, Jawa Barat, dengan pusat pemerintahan di Dayeuhkolot. Cekungan yang dikelilingi gunung api ini dahulu terisi danau purba, yang menjelaskan dataran yang datar dan subur. Legenda setempat menceritakan kisah yang sama dengan caranya sendiri.

1810: Jalan Raya Pos

Pada 1810 Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, yang sedang membangun Jalan Raya Pos di sepanjang Pulau Jawa, memerintahkan ibu kota kabupaten dipindahkan ke jalan baru itu. Bupati R.A. Wiranatakusumah II memindahkannya dari Dayeuhkolot ke tepi Sungai Cikapundung di samping jalan itu, dan Alun-Alun masih berdiri di sana hingga kini. Para sejarawan kemudian menetapkan 25 September 1810 sebagai hari jadi kota, yang dirayakan setiap tahun.

1906 sampai 1942: Paris van Java

Bandung menjadi kotapraja (gemeente) pada 1 April 1906, dan jalur kereta api dari Batavia telah mencapainya pada 1880-an. Pejabat dan pengusaha perkebunan Belanda menyukai iklimnya yang sejuk. Technische Hoogeschool, kini Institut Teknologi Bandung (ITB), dibuka pada 1920, dan para arsitek memenuhi Jalan Braga dan Jalan Asia Afrika dengan bangunan bergaya Art Deco dan Indis, termasuk Gedung Sate. Toko dan kafe yang modis memberi kota ini julukan Paris van Java.

1946 sampai 1955: Bandung Lautan Api dan Konferensi Asia-Afrika

Pada masa perjuangan kemerdekaan, 23 dan 24 Maret 1946, setelah ultimatum agar meninggalkan Bandung selatan, pasukan Republik dan warga mengungsi dan membakar sebagian besar Bandung selatan daripada menyerahkannya kepada pasukan Inggris dan Belanda, peristiwa yang dikenang sebagai Bandung Lautan Api. Kurang dari sepuluh tahun kemudian, pada 18 sampai 24 April 1955, delegasi dari 29 negara Asia dan Afrika bertemu di Gedung Merdeka untuk Konferensi Asia-Afrika, tonggak penting bagi Gerakan Non-Blok. Museum Konferensi Asia Afrika dibuka di sebelahnya pada 1980.

Apakah Bandung ibu kota Jawa Barat?

Ya. Bandung adalah ibu kota Provinsi Jawa Barat dan salah satu kota terbesar di Indonesia, yang kini dikenal karena perguruan tingginya, industri kreatif, dan wisatawan akhir pekan dari Jakarta.

Kenapa berwisata ke Bandung

  • Cuaca sejuk: di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Bandung terasa lebih segar daripada Jakarta.
  • Arsitektur: salah satu kumpulan bangunan Art Deco dan peninggalan kolonial yang paling terawat di Indonesia.
  • Kuliner: batagor, siomay, cireng, mie kocok, seblak, dan surabi, ditambah dunia kopi yang ramai.
  • Alam yang dekat: Tangkuban Parahu, Kawah Putih, kebun teh, dan air terjun dalam jarak satu sampai dua jam.
  • Budaya: tradisi Sunda seperti musik angklung yang diakui UNESCO pada 2010.
  • Belanja: factory outlet dan jalan mode di sekitar Jalan Riau dan Cihampelas.

Tempat wisata terbaik di Bandung

Gedung Sate

Gedung Sate di Bandung dilihat dari seberang air mancur taman, dengan pohon palem di depan fasad putihnya
Gedung Sate di Bandung, kantor Gubernur Jawa Barat. Foto: RaiyaniM, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons

Dibangun antara 1920 dan 1924 dan dirancang tim yang dipimpin arsitek J. Gerber, Gedung Sate adalah ikon paling terkenal di Bandung. Ornamen mirip tusuk sate di menara tengahnya memberi gedung ini namanya. Gedung ini menjadi kantor gubernur, dan sebagian bangunannya berfungsi sebagai museum, jadi periksa hari buka sebelum berkunjung.

Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia Afrika

Fasad Art Deco putih Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, Bandung
Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, Bandung. Foto: Baqotun0023, CC BY 4.0, melalui Wikimedia Commons

Gedung Merdeka menjadi tempat Konferensi Asia-Afrika 1955. Bangunan Art Deco ini semula adalah klub sosial Concordia untuk warga Belanda. Museum Konferensi Asia Afrika di dekatnya menceritakan kisahnya lewat foto dan benda bersejarah.

Jalan Braga

Pengunjung berjalan di Jalan Braga, Bandung, pada malam hari di bawah lampu jalan klasik dan pepohonan tua
Jalan Braga pada malam hari, Bandung. Foto: RasyaAbhirama13, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons

Jalan Braga adalah jalan perbelanjaan Belanda tempo dulu, dengan fasad Art Deco, kafe, galeri, dan toko roti. Berjalanlah di sore hari dan tinggal untuk makan malam saat lampu jalan menyala. Hotel Savoy Homann yang bergaya Art Deco berdiri tidak jauh di Jalan Asia Afrika.

Tangkuban Parahu

Kawah vulkanik abu-abu Gunung Tangkuban Parahu di dekat Bandung dengan dasar kawah yang pucat
Kawah Gunung Tangkuban Parahu di dekat Bandung. Foto: Adri45an, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons

Gunung api di utara Bandung ini menjulang sekitar 2.084 meter, dan sebuah jalur mengarah ke bibir Kawah Ratu, kawah utamanya. Legenda menyebutnya perahu terbalik milik Sangkuriang, sesuai arti namanya. Aktivitas vulkanik bisa membuat kawah ditutup untuk pengunjung, jadi periksa status terbaru dari lembaga gunung api resmi sebelum berangkat.

Kawah Putih

Danau kawah berwarna biru toska Kawah Putih di Ciwidey, selatan Bandung, di bawah langit biru berawan
Danau kawah Kawah Putih di Ciwidey. Foto: Galeri ega, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons

Kawah Putih adalah danau kawah di Gunung Patuha, Ciwidey, sekitar 45 kilometer di selatan pusat Bandung. Warna airnya berubah antara biru toska dan hijau susu tergantung cuaca dan kandungan mineral. Udaranya sejuk dan berbau belerang, jadi ikuti arahan petugas soal berapa lama boleh berada di sana.

Saung Angklung Udjo

Penampil berkostum Sunda warna-warni memainkan angklung di panggung Saung Angklung Udjo, Bandung
Pertunjukan angklung dan tari di Saung Angklung Udjo. Foto: Irhanz, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons

Didirikan pada 1966, Saung Angklung Udjo menggelar pertunjukan angklung secara rutin, alat musik bambu khas Sunda yang diakui UNESCO pada 2010. Pengunjung ikut bermain di akhir pertunjukan. Pesan tiket lebih awal untuk hari ramai.

Cara menuju dan berkeliling Bandung

  • Kereta cepat Whoosh: beroperasi sejak Oktober 2023 dan menempuh sekitar 40 sampai 45 menit antara Halim di Jakarta dan Tegalluar dekat Bandung. Kereta ini juga berhenti di Padalarang, dan kereta feeder serta shuttle menghubungkan ke pusat kota.
  • Kereta biasa: layanan seperti Argo Parahyangan melayani Jakarta (Gambir) ke Stasiun Bandung dalam sekitar tiga jam.
  • Lewat jalan darat: Tol Cipularang memakan waktu sekitar dua sampai tiga jam dari Jakarta, lebih lama saat akhir pekan dan hari libur.
  • Di dalam kota: bus Trans Metro Bandung, angkot, dan aplikasi ojek online seperti Gojek dan Grab. Braga dan Jalan Asia Afrika mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.
  • Wisata sehari: sewa mobil dengan sopir atau gunakan aplikasi online untuk Tangkuban Parahu, Lembang, dan Ciwidey, karena angkutan umum di sana terbatas.

Waktu terbaik berkunjung ke Bandung

Bandung bersuhu sejuk sepanjang tahun, sering di antara 18 dan 28 derajat Celsius. Musim kemarau, sekitar Mei sampai September, paling nyaman untuk berwisata dan melihat pemandangan gunung. Musim hujan, sekitar November sampai Maret, membawa hujan di sore hari, jadi bawalah payung. Akhir pekan dan libur panjang membawa kemacetan dari Jakarta, jadi berkunjunglah di hari kerja jika bisa. Kabut dan hujan di dataran tinggi cepat berubah, jadi periksa cuaca sebelum naik.

Itinerari Bandung 3 hari

  • Hari 1 pagi: Gedung Sate, lalu Museum Konferensi Asia Afrika dan Gedung Merdeka.
  • Hari 1 siang: minum kopi dan berjalan di Jalan Braga.
  • Hari 1 malam: makan malam di Braga atau Dago. Cobalah batagor, siomay, dan surabi.
  • Hari 2 pagi: Tangkuban Parahu, lalu sarapan di Lembang.
  • Hari 2 siang: pertunjukan di Saung Angklung Udjo.
  • Hari 3: Kawah Putih dan kebun teh Ciwidey, lalu kembali pada sore hari.

Datang dari ibu kota? Baca dulu sejarah Jakarta, dan rencanakan perjalanan berikutnya dengan sejarah Yogyakarta.

Tips praktis

  • Mulailah lebih pagi untuk menghindari macet, terutama di jalan menuju Lembang dan Ciwidey.
  • Bawa jaket tipis untuk dataran tinggi.
  • Berkunjunglah di hari kerja jika memungkinkan.
  • Periksa status gunung dan jam buka di halaman resmi sebelum ke Tangkuban Parahu dan Kawah Putih.
  • Gunakan aplikasi online atau sepakati tarif sebelum berangkat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan Bandung didirikan?

Bandung merayakan hari jadinya setiap 25 September, dihitung dari 1810, tahun ketika ibu kota kabupaten dipindahkan ke Jalan Raya Pos atas perintah Gubernur Jenderal Daendels. Bandung menjadi kotapraja pada 1906.

Kenapa Bandung dijuluki Paris van Java?

Pada awal 1900-an Belanda membangun toko modis, kafe, dan bangunan Art Deco di Bandung, terutama di sekitar Jalan Braga, dan iklim yang sejuk serta gayanya memberi kota ini julukan Paris van Java (Paris dari Jawa).

Berapa hari yang dibutuhkan di Bandung?

Dua sampai tiga hari cukup untuk pusat kota, satu gunung api, dan satu danau kawah: Gedung Sate, Gedung Merdeka, Jalan Braga, Tangkuban Parahu, dan Kawah Putih.

Apa cara tercepat dari Jakarta ke Bandung?

Kereta cepat Whoosh menempuh sekitar 40 sampai 45 menit antara Halim dan Tegalluar. Tambahkan waktu untuk perpindahan ke dalam kota.

  • Perjalanan

    Sejarah Jakarta dan Alasan Anda Perlu Berkunjung

    Jakarta berdiri sebagai Jayakarta pada 22 Juni 1527, menjadi Batavia pada 1619, dan bernama Jakarta sejak 1942. Berikut kisahnya, tempat bersejarah terbaik, dan cara merencanakan perjalanan Anda.

    Oleh Muhammad Fikri Gunawan pada · 7 menit baca

  • Perjalanan

    15 Rekomendasi Cafe di Jakarta Selatan

    Bagi kebanyakan orang, hangout merupakan salah satu cara untuk melepas rasa lelah dan stress disaat pulang bekerja maupun weekend. Sebagai wilayah yang banyak memiliki tempat kuliner, Jakarta Selatan juga banyak memiliki beragam tempat hangout untuk kumpul-kumpul dan seru-seruan bareng teman atau menikmati me time di tengah hiruk-pikuk kota yang terdengar melelahkan.

    Oleh Muhammad Fikri Gunawan pada · 8 menit baca