Cheat Sheet Command Web Developer: Node.js, NPM, Yarn, PHP, Composer & WP-CLI
Muhammad Fikri Gunawan · · 7 menit baca
Cheat sheet praktis command Node.js, NPM, Yarn, PHP, Composer, dan WP-CLI yang dipakai web developer setiap hari, lengkap dengan fungsi dan kapan menjalankannya.
Jawaban singkat: command yang dipakai web developer setiap hari adalah node -v dan npm -v untuk mengecek instalasi, npm install untuk mengambil dependency, npm run dev dan npm run build untuk menjalankan dan membangun project, php -S localhost:8000 untuk server PHP cepat, composer install untuk package PHP, dan wp plugin install <plugin> --activate untuk WordPress. Penulisannya sama persis di Linux, macOS, Windows CMD, PowerShell, dan Git Bash.
Cheat sheet ini mengelompokkan command berdasarkan tool, menjelaskan fungsi masing-masing, dan kapan sebaiknya dipakai. Simpan di samping editor sampai command-nya hafal di luar kepala.
Apa fungsi command Node.js dan NPM?
Node.js adalah JavaScript runtime, sedangkan NPM (Node Package Manager) memasang library yang dibutuhkan project. Hampir semua stack front-end modern, dari Next.js sampai Vite, dijalankan lewat keduanya.
Cek instalasi
node -v: menampilkan versi Node.js yang terpasang.npm -v: menampilkan versi NPM yang terpasang.
Membuat project dan menambah package
npm init -y: membuat filepackage.jsondengan konfigurasi default.npm install: menginstal semua dependency yang tercatat dipackage.json.npm install <package>: menginstal satu package tertentu.npm install <package> --save-dev: menginstal sebagai dev dependency, untuk tool yang hanya dibutuhkan saat pengembangan.npm install -g <package>: menginstal package secara global di sistem.npm uninstall <package>: menghapus package dari project.npm update: memperbarui dependency ke versi terbaru yang sesuai dengan rentang versi.
Menjalankan, membangun, dan memeriksa
npm run dev: menjalankan scriptdevdipackage.json, biasanya server pengembangan lokal.npm run build: menjalankan proses build, umumnya untuk production.npm start: menjalankan scriptstart, umumnya server production.npm list --depth=0: menampilkan daftar package tingkat atas yang terpasang.npx <package>: menjalankan package tanpa instalasi global.
Perlu Yarn kalau sudah punya NPM?
Tidak wajib. Yarn adalah package manager alternatif, dan NPM sudah cukup untuk kebanyakan project. Kalau tim atau repository sudah memakai Yarn, ikuti saja, karena mencampur package manager bisa menimbulkan lock file yang bertabrakan.
yarn init -y: membuat project Yarn baru.yarn install: menginstal semua dependency daripackage.json.yarn add <package>: menambahkan package baru.yarn add -D <package>: menambahkan sebagai dev dependency.yarn remove <package>: menghapus package.yarn devatauyarn build: menjalankan script development atau build.
Command PHP dan Composer apa yang perlu dikuasai?
PHP punya server pengembangan bawaan, dan Composer adalah dependency manager untuk project PHP, setara NPM.
php -v: menampilkan versi PHP yang terpasang.php -S localhost:8000: menjalankan server lokal bawaan di port 8000.composer init: membuat filecomposer.jsonbaru.composer install: menginstal seluruh dependency PHP daricomposer.json.composer require <package>: menambahkan package PHP baru.composer update: memperbarui dependency PHP ke versi terbaru yang sesuai.composer dump-autoload: membangun ulang file autoload class, berguna setelah menambah class baru.
Apa saja yang bisa dilakukan WP-CLI di situs WordPress?
WP-CLI adalah command line interface untuk WordPress. Dengan WP-CLI kamu bisa memasang, mengatur, dan merawat situs tanpa klik-klik di dashboard, sehingga migrasi dan backup jauh lebih cepat.
wp --info: menampilkan informasi environment WP-CLI.wp core download: mengunduh file inti (core) WordPress.wp core install --url=... --title=... --admin_user=... --admin_password=... --admin_email=...: instalasi WordPress otomatis.wp plugin install <plugin> --activate: menginstal dan langsung mengaktifkan plugin.wp plugin list: menampilkan daftar plugin terpasang.wp theme activate <theme>: mengaktifkan tema tertentu.wp post list: menampilkan daftar post dan halaman.wp db export backup.sql: mengekspor (backup) database WordPress.wp db import backup.sql: mengimpor database dari file backup.wp search-replace "domain-lama.com" "domain-baru.com": mengganti seluruh URL lama di database, berguna saat migrasi.wp cache flush: membersihkan cache WordPress.
Tips keamanan: jalankan wp db export backup.sql sebelum wp search-replace. Search dan replace mengubah data asli, dan backup adalah satu-satunya jalan kembali yang mudah.
Bagaimana menjalankan server lokal cepat dengan Python atau membuka project di VS Code?
python -m http.server 8000: menjalankan server sederhana untuk folder saat ini di port 8000. Di Linux, macOS, dan Git Bash biasanya memakaipython3 -m http.server 8000.code .: membuka folder saat ini di Visual Studio Code.
Apakah command ini sama di Windows, macOS, dan Linux?
Ya. Node.js, NPM, Yarn, PHP, Composer, WP-CLI, dan Python adalah program eksternal, bukan bagian dari shell sistem operasi, sehingga cara memanggilnya sama di Linux Terminal, macOS Terminal, Windows Command Prompt, PowerShell, dan Git Bash. Yang berbeda antar platform hanya command shell untuk folder dan file.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda npm install dan npx?
npm install mengunduh package ke project atau sistem agar bisa dipakai terus. npx menjalankan package sekali saja tanpa instalasi global permanen, cocok untuk generator project dan tool sekali pakai.
Kapan memakai --save-dev?
Pakai untuk tool yang hanya dibutuhkan saat pengembangan, seperti linter, test runner, dan build tool. Library yang dibutuhkan aplikasi saat production tetap menjadi dependency biasa.
Apakah php -S aman untuk production?
Tidak. Server bawaan PHP hanya untuk pengembangan lokal. Untuk production gunakan web server yang layak seperti Nginx atau Apache.
Kenapa memakai WP-CLI dan bukan dashboard WordPress?
Lebih cepat, bisa diskrip, dan bisa diulang. Memasang plugin, backup database, dan memindahkan situs ke domain baru selesai dalam hitungan detik, dan langkah yang sama bisa disimpan di skrip untuk setiap project.
Lanjut di seri ini: Command folder dan file di Bash, CMD, dan PowerShell dan cheat sheet Git dan GitHub CLI.



